Selasa, 20 Januari 2015

TUGAS 3 TANGGUNG JAWAB BISNIS

Mengapa Produk Luar lebih disukai daripada Produk Dalam Negeri?
» Friday, 09 May 2014 | 13:30:05 WIB | Viewed: 1819
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm print pdf doc ps
By: Miftah Abdillah Achmad
(Muhammadiyah Community)

Perekonomian Indonesia sedang dalam masa perkembangan yang begitu pesat. Dengan target pasar lebih dari 260 juta orang dari Sabang sampai Merauke, bukan hanya perusahaan lokal yang ingin mengadu untung di tanah Indonesia, namun juga berbagai perusahaan dari luar negeri. Bahkan dalam kenyataan yang terjadi, perusahaan lokal justru banyak yang tergusur dengan keberadaan perusahaan luar negeri.
Banyak argumen mengapa perusahaan lokal mengalami kemunduran seperti ini, namun mungkin pengaruh kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap produk lokal tidak lebih baik daripada produk luar bisa jadi faktor yang paling kuat. Berikut beberapa hal mengapa produk lokal dianggap tidak lebih baik daripada produk luar :

1. Kualitas Produk

Produk luar senantiasa dianggap selalu berfokus pada kualitas, baru kemudian kuantitas. Sementara produk lokal senantiasa dianggap berfokus pada kuantitas, baru kualitas. Hal ini mungkin tidak sepenuhnya salah, karena banyak sekali produk asal jadi yang bahkan ketahuan belangnya saat perusahaan pembuatnya diinspeksi mendadak.

2. Kemasan Produk

Masyarakat Indonesia berani membayar mahal untuk membeli produk luar, namun tidak untuk produk lokal. Maka wajar perusahaan lokal berjuang dengan berbagai cara agar harga produknya dimasyarakat tidak terlampau mahal, setidaknya tidak lebih mahal daripada produk luar. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi tampilan manis pada kemasan produk. Sementara produk luar bisa jadi lebih banyak mengeluarkan biaya di kemasan yang manis daripada produknya sendiri. Namun siapa sih yang lebih memilih kemasan kurang cantik jika ada kemasan cantik, apalagi kemasan cantiknya adalah produk luar, harga berapapun berani deh.

3. Promosi Produk

Promosi di televisi memang mahal. Tapi sesuai dengan jangkauan penonton yang ada dari ujung timur hingga barat Indonesia. Semakin banyak promosi produk dilakukan via televisi atau media lain, bisa jadi alasan mengapa produk dari top brand (lokal dan non-lokal) lebih digemari daripada produk yang dipromosikan dari mulut ke mulut, atau hanya berupa poster. Terlebih banyak juga top brand yang melakukan promosi via aktivitas yang melibatkan orang banyak seperti jalan sehat atau tes darah gratis, yang kemudian pesertanya diberikan souvenir promosi setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ini yang masih dianggap perusahaan lokal sebagai alokasi buang-buang uang, padahal sudah banyak perusahaan yang melayani pembuatan souvenir promosi sesuai budget seperti perusahaan yang satu ini.

4. Lokasi Berjualan

Kebanyakan produk luar dikemas khusus untuk dijual di gerai-gerai tertentu, mereka biasanya tidak menjamin kualitas dari produk yang dijual selain di gerai mereka, sehingga konsumen pun lebih senang membeli langsung dari gerainya, meskipun harga di gerai tersebut tidak lebih murah daripada harga di pedagang eceran. Namun banyak perusahaan Indonesia yang lebih menjauhi kesan premium dan menyebarkan penjualan hingga ke pelosok negeri, dan ini tidak salah. Namun jika kemudian konsumen dihadapkan dengan produk yang biasa ditemui di eceran dan yang dijual hanya digerai-gerai tertentu, saya pikir lebih banyak konsumen yang lebih memilih produk premiumyang dijual di gerai tertentu.
sumber dari : http://irmarantyshandra.blogspot.com/p/etika-bisnis-dan-tanggung-jawab-sosial.html

Kamis, 30 Oktober 2014

tugas bisnis 2


  Lingkungan Perusahaan 
  Faktor Eksternal & Faktor Internal dengan bisnis yang kemarin
  (Bisnis Rumah Makan)
  A. Membuat strategi untuk melihat suatu faktor internal dan eksternal
     Seperti strategi yang dibuat pada tugas minggu lalu, yaitu saya ingin membuat bisnis rumah makan. Disini saya akan menjabarkan dan menjelaskan lebih lanjut tentang faktor-faktor pendukung maupun kelemahan bisnis yang akan saya jalankan ini. Saya akan menjelaskan dengan dua golongan , yaitu golongan faktor eksternal dan golongan faktor internalnya. Bisa dimulai dari penjelasan mengenai faktor-faktor itu sendiri , yaitu :
Faktor lingkungan internal  adalah factor-faktor yang sangat berperan langsung dan sangat mempengaruhi didalam suatu perusahaan / suatu usaha itu sendiri.
Contohnya yaitu :
1. Tenaga kerja
2. Peralatan dan mesin
3. Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
4. Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
5. Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.

FaktorLingkungan eksternal adalah factor-faktor yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusahaan / suatu usaha itu sendiri.
Contohnya yaitu :
1. Keadaan alam, seperti SDA, lingkungan.
2.  Hukum
3.  Perekonomian
4.  Pendidikan dan kebudayaan
5.  Social dan budaya
6.  Kependudukan
7.  Hubungan internasional.
8.  Pemasok/supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
9. Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.

Analisa Strategi :
Melihat factor-faktor internal dan factor-faktor eksternal yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap suatu usaha saya ,,
Ada kemungkinan bagan analisa strateginya seperti ini :
Kelemahan saya terhadap factor internal :
1. Modal                                                        0,1
2. Tingkat kepercayaan diri                             0,4
3. Tingkat meyakinkan seseorang                    0,3
4. Takut Rugi                                                  0,2 
                                                                      1.0
Kelebihan saya terhadap factor internal :
1. Sistem informasi                                         0,5
2. Barang mentah                                           0,2
3. Bahan mentah                                            0,3
                                                                     1.0

Kesimpulan dari bagan analisa strategi saya yang diatas adalah :
            Saya mempunyai barang mentah nya, bahan-bahan nya , serta informasi tentang usaha yang bias saya jalankan ini, yaitu usaha rumah makan.Akan tetapi, sangat disayangkan sekali, saya tipikal orang yang takut rugi , dan kurang begitu percaya diri dalam memasarkan usaha yang ingin saya jalani ini.
Dan saya sangat sadar akan kelemahan saya ini. Mungkin dimasa yang akan mendatang saya akan harus lebih berani mengambil resiko dan harus lebih tegas sepertinya. Ya, itu saja sih kesimpulan dari analisa faktor internal saya.
Dan sekarang saya akan lanjutkan ke analisa strategi , kelemahan dan kelebihan factor-faktor eksternal saya.
Kurang lebih analisa strateginya menjadi seperti ini :
Kelemahan saya terhadap factor eksternal :
1. Lingkungan                                    0,5
2. Saingan                                         0,5
                                                         1.0
Kelebihan saya terhadap factor eksternal :
1. Pemasok / Suplier                            0,5
2. Perantara                                         0,5
                                                           1.0

Kesimpulan dari bagan analisa strategi saya yang diatas adalah :
        Dari segi kelemahannya sendiri saya memiliki saingan didalam lingkungan saya sekarang, ya mungkin memang dimana saja saya punya saingan, akan tetapi, di dalem kelas saingan saya adalah teman saya sendiri. Jadi saya untuk kali ini ingin mengalah untuk tidak membuka usaha saya sekarang. Untuk kelebihannya, saya mempunyai pemasok dan perantara yang berada di belakang saya yang siap mendukung saya kapan saja. Dikarenakan pemasok itu merupakan orang tua saya sendiri. Akan tetapi saya merasa tidak enak hati , ketika saya sudah mempunyai saingan yang berada di satu ruang lingkup yang sama dengan saya.
       Dan saya juga kurang begitu mempunyai kepercayaan diri untuk meyakinkan seseorang ,, ya meskipun ini hanya sebatas usaha rumah makan.
       Ya, sekian dari saya untuk kesimpulan mengenai factor-faktor internal maupun untuk factor-faktor eksternalnya. Saya sekarang ingin melanjutkan ke penggambaran posisi perusahaan/ suatu usaha saya sekarang.

  B.   Menggambarkan Posisi Perusahaan / Suatu Usaha Yang Akan Di   lakukan.
   Y (EKSTERNAL)
PELUANG                               4                                                    3



ANCAMAN
                                                      1                                                                                                                  2



      Nah, dari kesimpulan atas analisa factor-faktor eksternal maupun factor-faktor internal saya,, kemungkinan besar saya berada di posisi nomer 4 jika digambarkan seperti diatas. Saya mempunyai peluang , tetapi kelemahan saya yaitu tidak percaya akan diri sendiri dan juga tidak begitu berani untuk mengambil resiko, membuat saya berada di posisi nomor 4. Keinginan saya untuk kedepannya yaitu, saya akan memotivasi diri saya sendiri untuk bias lebih percaya diri dalam membuka atau membuat suatu usaha baru.
  
    C.   Perusahaan Dan Lingkungan Perusahaan

Saya akan menjelaskan dan mencoba untuk menjabarkan Pengaruh-pengaruh perusahaan dan lingkungan perusahaan terhadap perusahaan.
1.      EKOLOGI
Faktor yang mempengaruhi :
1. Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
2. Perkembangan teknologi baru
3. Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi
2.      EKONOMI
Faktor yang mempengaruhi : pajak, pertambahan penduduk dan permintaan masyarakat, serta pengeluaran biaya untuk pertahanan negara.
3.      SOSIAL
Faktor yang mempengaruhi : kriminalitas.
4.      POLITIK
Fakor yang mempengaruhi : pertahanan keamanan hukum keputusan dan transaksi perusahaan.
5.      HUKUM
Faktor yang mempengaruhi : keputusan-keputusan serta transaksi-transaksi dalam usaha rumah makan ini.